You are here:

Royal Golden Eagle Mengubah Pangkalan Kerinci

 

Source: Inside-rge.com

 Royal Golden Eagle (RGE) selalu berupaya supaya keberadaannya mampu memberi memberi arti positif. Mereka ingin berkontribusi untuk mengembangkan satu daerah. Hal itu sudah dibuktikan secara nyata di Pangkalan Kerinci.

Biasa disebut Kerinci, daerah itu merupakan pusat Kabupaten Pelalawan yang ada di Provinsi Riau. Kawasan ini berubah drastis semenjak Royal Golden Eagle hadir. Pangkalan Kerinci berkembang pesat dari desa sepi dan terpencil menjadi kota yang dinamis.

Penyebabnya adalah kehadiran unit bisnis  RGE, yaitu APRIL di sana. APRIL merupakan perusahaan yang bergerak di industri pulp dan kertas. Mereka kini termasuk sebagai salah satu produsen terbesar di dunia dengan kapasitas produksi tinggi. Per tahun, unit bisnis Royal Golden Eagle ini sanggup menghasilkan kertas hingga 1,15 juta ton ditambah pulp sampai 2,8 juta ton.

APRIL memilih Pangkalan Kerinci sebagai basis utama operasional. Mereka sudah hadir di sana sejak 1993. Sejak itu, anak perusahaan grup yang lahir dengan nama Raja Garuda Mas tersebut berperan aktif dalam mengembangkan daerah.

Di sana APRIL membangun pabrik yang terintegrasi dengan perkebunan. Hal ini menyerap banyak sekali tenaga kerja. Dimulai dari sektor perkebunan. Mereka mengelola perkebunan yang ditanami pohon akasia untuk menyuplai bahan baku. Luasnya mencapai 480 ribu hektare.

Untuk mengelola perkebunan, APRIL sudah menyerap banyak tenaga kerja. Setidaknya 9.000 orang bekerja di sana. Jumlah itu bisa bertambah hingga mencapai sekitar 13 ribu orang pada musim panen tiba.

Bukan hanya itu, APRIL tidak mengelola perkebunan sendiri. Mereka menggandeng masyarakat yang ikut berpartisipasi sebagai mitra jangka panjang. Setidaknya ada 40 mitra yang bersama-sama merawat perkebunan. Tentu saja para mitra tersebut juga membuka kesempatan kerja pada pihak lain.

Sektor perkebunan masih menawarkan kesempatan kerja lain di bidang pembibitan. Unit bisnis RGE ini memiliki tiga pusat pembibitan di Baserah, Pelalawan, dan Pangkalan Kerinci. Mereka bertekad untuk menghasilkan bibit sebanyak mungkin untuk memenuhi target menanam 150 juta pohon per tahun.

Kegiatan di nursery ini sangat kompleks mulai dari persiapan pembibitan, perawatan, hingga penanaman. Hal itu membuat unit bisnis dari grup yang lahir dengan nama Raja Garuda Mas ini menyedot banyak tenaga kerja.

Sementara itu, pabrik pulp dan kertas yang dijalankan di Pangkalan Kerinci juga menyedot banyak tenaga kerja. Akhirnya ini membuat banyak orang datang ke kawasan tersebut. Akibatnya perubahan besar terjadi di sana. Area ini berkembang menjadi kawasan yang ramai.

Berdasarkan data dari Inside RGE, pada 1990-an, populasi di Pangkalan Kerinci hanya sekitar 200 orang. Mereka kebanyakan bekerja sebagai petani atau nelayan. Namun, sejak kehadiran APRIL, jumlah orang yang tinggal di sana naik dengan drastis.

Berdasarkan sensus penduduk pada 2015, ada 102.296 orang yang berdomisili di sana. Mereka tidak hanya bekerja sebagai petani atau nelayan. Banyak pula yang bekerja di APRIL. Namun, tidak sedikit yang membuka bisnis jasa, perdagangan, maupun industri kecil.

Sedikit banyak, mereka berkaitan dengan APRIL. Perusahaan yang menjadi bagian Royal Golden Eagle tersebut membuka lapangan kerja bagi setidaknya 11.200 kontraktor. Setiap kontraktor tentu punya tim tersendiri sehingga jumlah pekerjaan yang dihasilkan semakin bertambah.

Kehadiran APRIL telah terbukti mendorong kehadiran banyak pihak ke Pangkalan Kerinci. Dengan populasi yang bertambah dan jenis mata pencaharian yang beragam, roda perekonomian berputar. Pada akhirnya ini membuat daerah yang kini menjadi ibukota Kabupaten Pelalawan ini maju dan berkembang.

 

KEMAJUAN INFRASTRUKTUR

Source: Inside-rge.com

 Royal Golden Eagle memang ingin kehadirannya mampu menghadirkan manfaat bagi banyak pihak. Ini dibuktikan secara nyata di Pangkalan Kerinci melalui APRIL. Mereka mendukung pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan infrastruktur yang dibutuhkan untuk kemajuan suatu kawasan.

Untuk mendukung operasional, APRIL memerlukan sarana penunjang. Hal paling mendasar seperti jalanan yang diperlukan untuk mengangkut kebutuhan operasi dan produk sangat dibutuhkan.

Unit bisnis  RGE ini mengambil inisiatif. Mereka membangun jalan yang dibutuhkan. Itu memantik efek berantai. Akhirnya sarana jalan banyak yang dibangun. Hingga 2015 tercatat sudah sekitar 11 ribu kilometer jalan di Pangkalan Kerinci.

Bukan hanya itu, APRIL juga membangun berbagai pendukung lain. Mereka membuat bandara kecil yang digunakan untuk operasional perusahaan. Selain itu, untuk mengirim produk pulp dan kertas, unit bisnis Royal Golden Eagle ini juga membuat dua pelabuhan di sana. Dengan itu, produk-produknya bisa langsung dikirim ke berbagai daerah di dunia.

Hal itu masih ditambah dengan kesiapan untuk menyuplai energi secara mandiri. Untuk memenuhi kebutuhan listriknya, APRIL memiliki pembangkit tenaga listrik yang mengahsilkan energi hingga 390 megawatt per tahun. Lebih hebat, sekitar 85 persen energinya berasal dari pemanfaatan limbah produksi yang diolah menjadi biomassa.

APRIL bersama dengan unit bisnis RGE yang lain, Asian Agri, yang juga beroperasi di sana. Sama seperti APRIL, mereka mendukung kemajuan kawasan tersebut. Salah satunya dengan pendirian pembangkit tenaga listrik berbahan dasar biomassa.

Asian Agri memanfaatkan limbah produksi kelapa sawit untuk membangun pembangkit tenaga listrik. Berkat itu, energi listrik sekitar 2,2 megawatt bisa dihasilkan dari investasi senilai 7,4 juta dolar AS.

Tidak mengherankan, Pangkalan Kerinci amat terbantu. Mereka merasakan berbagai dampak positif kehadiran APRIL. Sebagai bukti adalah hasil riset dari Unit Penelitian Ekonomi dan Sosial Universitas Indonesia. Mereka menemukan fakta-fakta bahwa unit bisnis dari grup yang lahir dengan nama Raja Garuda Mas tersebut mampu mengubah perekonomian Pangkalan Kerinci.

Dimulai dampak ekonomi secara umum kepada Provinsi Riau. APRIL disebut berkontribusi terhadap 6,9 persen perekonomian di sana. Hal itu tidak lepas dari fakta bahwa 5,4 persen pendapatan rumah tangga di Riau berasal dari APRIL.

Itu tidak mengherankan. APRIL membuka lapangan kerja setidaknya untuk lima ribu orang. Jumlah itu melonjak menjadi 90 ribu ketika diperluas ke dalam kategori tenaga kerja tidak langsung.

Tidak aneh pula pendapatan Provinsi Riau meningkat sesudah APRIL hadir di Pangkalan Kerinci. Peningkatannya mencapai 2,29 kali lipat. Ini berimbas kepada peningkatan pendapat rumah tangga yang melonjak 2,36 kali lipat. Bahkan, pendapatan pekerja naik hingga 5,70 kali karena keberadaan APRIL.

Khusus di Kabupaten Pelalawan, Produk Domestik Bruto (PDB) di sana pada 2014 sudah menembus level di atas 25 miliar rupiah. Jumlah itu akan turun jauh jika APRIL tidak beroperasi di sana. Diperkirakan PDB Pelalawan hanya akan di kisaran Rp10 miliar tanpa unit bisnis Royal Golden Eagle tersebut.

Berbagai bukti sudah ditunjukkan. Hal itu memperlihatkan bahwa keberadaan APRIL berarti positif bagi Pangkalan Kerinci. Dengan demikian misi Royal Golden Eagle bisa tercapai. Mereka memang ingin semua pihak di bawah naungannya mampu memberi dampak positif bagi masyarakat, negara, iklim, pelanggan, dan pada akhirnya bagi perusahaan .

Posted by Admin 0 Responses
     

Leave a Reply to this Post

Nov
21