You are here:

Efektifkah Vaksin Demam Berdarah?

 

Cara efektif cegah demam berdarah, bisa dilakukan dengan pemberian vaksin. Bagaimana efektivitasnya?

Bicara soal demam berdarah sepertinya tak akan habisnya. Data yang terkumpul hingga akhir Januari 2019 menyebutkan, terdapat 13.683 kasus demam berdarah dengue (DBD) dengan angka kematian mencapai 133 orang. Bahkan, DBD di Indonesia juga diperkirakan menimbulkan beban ekonomi mencapai lebih dari 3,9 triliun rupiah!

Sementara itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan ada 390 juta kasus demam berdarah tiap tahunnya di seluruh dunia. Dan sebanyak 3,9 miliar orang, berisiko terinfeksi virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Melihat betapa besarnya dampak yang ditimbulkan oleh penyakit tersebut, tentu harus ada upaya pencegahan yang lebih konkret dan kuat. Misalnya lewat pemberian vaksin demam berdarah.

Vaksin dengue tersebut bukannya belum pernah diciptakan. Vaksin itu bahkan sudah beredar di Indonesia dan diproduksi dengan nama Dengvaxia.

Dengvaxia itu sendiri merupakan vaksin demam berdarah pertama di dunia. Hingga kini, sudah ada 19 negara yang telah menyetujui penggunaan vaksin dengue itu. Dengvaxia merupakan vaksin tetravalen yang mengandung 4 subtipe virus dengue, yakni DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4.

Dalam vaksin Dengvaxia, digunakan virus yang masih hidup, tetapi sudah dilemahkan. Untuk dosisnya, diberikan secara berseri, yaitu pada bulan ke 0, 6, dan 12 pada orang berusia 9-45 tahun yang tinggal di daerah endemis infeksi dengue.

Namun sayangnya, vaksin demam berdarah ini menimbulkan kontroversi. Pasalnya, perusahaan obat yang memproduksinya kemudian menyatakan bahwa penggunaan vaksin tersebut dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami demam berdarah dalam kondisi yang lebih berat.

Pada November 2017, didapatkan hasil penelitian bahwa orang yang belum pernah kena DBD sama sekali justru berisiko mengalami demam berdarah berat, dibandingkan mereka yang tidak mendapatkan vaksin tersebut.

Setelah melalui beberapa penelitian, akhirnya WHO pun mengambil keputusan. Diputuskan, vaksin demam berdarah dengan kandungan virus dengue yang dilemahkan, termasuk Dengvaxia, dianggap efektif dan aman bagi orang yang memiliki riwayat infeksi virus dengue sebelumnya.

Sedangkan, bagi Anda yang belum pernah terkena demam berdarah sama sekali, sebaiknya berhati-hati karena risiko di atas justru mengintai Anda. Jadi, untuk meminimalkan risikonya, Anda yang belum pernah kena DBD, lebih baik lakukan tindakan 3M plus untuk mencegah penyakit tersebut.

Posted by Admin 0 Responses
     

Leave a Reply to this Post

Jun
10