You are here:

Cara Kerja Virus Korona Menyerang Tubuh Manusia

 

Akhir-akhir ini masyarakat dunia diresahkan oleh hadirnya virus baru yang kini telah menjadi Pandemi, artinya wabah yang sudah sampai tingkat seluruh dunia. Hingga saat ini, pihak medis berupaya untuk menyembuhkan pasien yang terinfeksi virus. Lalu, bagaimanakah cara kerja virus ini hingga bisa merenggut nyawa seseorang?

virus corona

Diketahui jika gejala dari virus ini, yakni demam, batuk, sesak nafas. Meskipun diketahui jika gejala ini bisa merupakan tanda dari berbagai penyakit, mulai dari flu, infeksi tenggorokan sampai dengan selesma. Akan tetapi, para ahli dan periset telah mendapatkan lebih banyak informasi tentang bagaimana infeksi virus korona ini berkembang.

Bagaimana cara virus ini menginfeksi orang?

Diketahui jika virus ini menyebar melalui tetesan air liur dari mulut orang akibat batuk atau bersin, yang kemudian masuk ke tubuh orang yang berada di dekatnya melalui mulut, hidung dan juga mata.  Virus ini kemudian masuk ke jalur pernafasan dan membran mukosa di bagian belakang tenggorokan, kemudian menempel pada sebuah reseptor di dalam sel, dan mulai berkembang di sana. 

Virus ini memiliki protein dengan ujung tajam yang membuat virus bisa menempel ke membran sel, dan dari situ, materi genetis virus masuk ke sel tubuh manusia. Materi genetis tersebut yang kemudian membajak metabolisme sel dan membuat sel tidak lagi berkembang untuk kesehatan tubuh melainkan untuk memperbanyak virusnya di dalam tubuh.

Bagaimana proses ini menyebabkan masalah pernafasan?

Ketika virus ini berkembang, maka mereka mulai menginfeksi sel-sel di sekitarnya. Gejala yang terlihat  biasanya mulai terasa di belakang tenggorokan, berupa rasa nyeri tenggorokan dan batuk kering. Kemudian virus ini dengan cepat merambat masuk ke saluran pangkal paru-paru, sampai masuk ke paru-paru.

Proses ini akan merusak jaringan pada paru-paru, kemudian membuat jaringan ini membengkak, sehingga lebih sulit bagi paru-paru untuk memasok oksigen dan menyalurkan karbondioksida keluar. 

Pembengkakan yang terjadi pada jaringan paru dan kurangnya oksigen dalam darah membuat jaringan tersebut terisi dengan cairan, nanah dan sel yang mati. Akibatnya Pneumonia atau radang paru-paru, bisa muncul.

Inilah yang kemudian membuat pasien mengalami kesulitan bernafas sehingga butuh alat bantu pernafasan (ventilator). Adapun dalam beberapa kasus, terjadi yang disebut Sindrom Kesulitan Pernafasan Akut (Acute Respiratory Distress Syndrome), sehingga bahkan dengan ventilator pun, pasien bisa meninggal karena kesulitan pernafasan.

Bagaimana pergerakan virus di paru-paru?

Virus ini diketahui mulai bergerak dari wilayah pinggiran kedua belah paru-paru, dan mungkin butuh waktu untuk naik ke saluran pernafasan atas, trakea dan pusat pernafasan lainnya.  Adapun Pola ini membantu menjelaskan kenapa di Wuhan, banyak kasus yang tidak bisa diidentifikasi pada awalnya.

Diketahui dari sebuah studi menemukan bahwa lebih dari 50% pasien yang diteliti, yakni 121 pasien, di Tiongkok, mempunyai hasil CT Scan yang normal pada awal mereka sakit. Akan tetapi, ketika mereka mulai merasakan sakitnya parah maka, CT Scan mulai menunjukan gambar seperti “pecahan kaca buram”, semacam selaput asap yang menutupi beberapa bagian paru-paru. Hal ini merupakan tanda-tanda infeksi yang terjadi. Selaput ini bisa tersebar di berbagai wilayah di paru-paru, dan menebal di wilayah yang parah, sehingga muncul pola “tempelan acak” dalam hasil pemindaian yang telah dilakukan.

Begitulah, cara kerja virus korona yang menyerang tubuh manusia. Untuk itu perlu menjaga Kesehatan dengan berkonsultasi pada ahlinya. Halodoc hadir untuk menjadi solusi anda dalam membantu meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari virus korona ataupun penyakit lainnya. Staf safe, stay healthy!

Posted by Admin 0 Responses
     

Leave a Reply to this Post

May
29